Puisi
Sabu Raijua, Permata di Ujung Selatan

Marthin
Kelas XII MIPA 2
16 Oktober 2026
2 menit baca
Di antara biru Laut Sawu yang tak bertepi,
berdiri pulau-pulau kecil menjaga mimpi.
Sabu, Raijua, dan Dana yang setia,
tiga permata di selatan Nusantara.
Angin kering menari di padang savana,
lontar menjulang menyapa cakrawala.
Dari pohon tinggi itu nira mengalir,
manis hidup yang tak pernah berakhir.
Tenun ikat menyimpan kisah leluhur,
setiap motif adalah doa yang terukur.
Benang demi benang dijalin dengan sabar,
warisan Hawu yang tak lekang terbakar.
Di rumah adat, para tetua bertutur,
tentang Kika Ga dan nenek moyang yang pernah singgah,
tentang tanah yang disyukuri meski gersang,
tentang laut yang memberi, tentang ombak yang pasang.
Di Teluk Mabuti, perahu bersandar,
Nelayan pulang membawa senja yang bersinar.
Anak-anak berlari di pasir yang putih,
tertawa riang, tak kenal letih.
Meski hujan datang tak selalu setia,
tak pernah padam semangat warga Sabu Raijua.
Kerja keras dan gotong royong menjadi nyala,
menghidupkan harapan di tanah tercinta.
Wahai Sabu Raijua, tanah para pelaut,
dengan kearifan dan kasih yang tak pernah surut,
engkau kecil di peta, namun besar di jiwa,
bangga kami padamu, selamanya.
Bagikan karya ini:
Punya Karya Serupa?
Kembangkan bakat tulismu dan jadilah bagian dari etalase karya literasi SMAN 2 Hawu Mehara.
Kirim Karyamu Sekarang